Masalah penggunaan ponsel pintar dan dampaknya.

 

Masalah Penggunaan Ponsel Pintar dan

 Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental


 

 

        Ketersediaan ponsel pintar secara global dan kemampuannya untuk terhubung ke Internet hampir dari mana saja telah secara drastis mengubah kehidupan di semua lapisan masyarakat. Dengan ponsel pintar ini memudahkan masayakat untuk mendapat akses terhadap informasi, layanan, hiburan, komunikasi, dan navigasi.  Namun, penggunaan ponsel pintar secara berlebihan dan dampak buruk yang telah diakibatkannya juga telah banyak dilaporkan. Akibat dari penggunaan ponsel cerdas yang berlebihan antara lain, hilangnya produktivitas karena gangguan yang terus-menerus, kesulitan melepaskan diri dari pekerjaan di rumah, dan kurang fokus pada waktu dengan keluarga, serta risiko kecelakaan kendaraan juga meningkat karena perhatian pengemudi teralihkan dengan melihat, memegang, atau berbicara di telepon. Bahkan, besar kemungkinan kesehatan mental pun juga terkena dampaknya, seperti depresi dan kecemasan.

Penelitian menunjukkan bahwa di Singapura,  jumlah pengguna ponsel cerdas mencapai sekitar 5,57 juta pada tahun 2022 dengan 97% penduduk berusia 18 tahun ke atas yang memiliki ponsel pintar. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan ponsel pintar telah banyak digunakan masyarakat lebih muda. Ketergantungan yang di sebabkan ponsel pintar diantaranya merasa tidak sabar dan resah ketika tidak sedang memegang smartphone, selalu mengingat ponsel bahkan saat tidak menggunakannya, tidak akan pernah menyerah menggunakan ponsel cerdas meskipun kehidupan sehari-hari sudah sangat terpengaruh oleh ponsel, ketergantungan untuk selalu mengecek ponsel agar tidak ketinggalan percakapan orang lain di Twitter, Facebook, atau Instagram. Masyarakat menggunakan ponsel pintar selalu melebihi batas waktu penggunaan yang mengakibatkan nyeri pada pergelangan tangan atau leher bagian belakang, mereka bersedia tidur larut atau bahkan tidak tidur hanya karena bermain smartphone miliknya. 

        Pengendalian diri masyarakat lebih muda sangatlah rendah, dan memiliki tingkat kecemasan dan stress yang lebih tinggi. Itulah yang menyebabkan mereka terkena PSU atau Problematic Smartphone Use. Selain itu, baru saja terjadi pandemi COVID-19, ada kemungkinan banyak anak muda yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk berkomunikasi/mengobrol dengan teman sebayanya melalui ponsel pintar. Masyarakat menggunakan ponsel pintar karena mereka berupaya mengurangi emosi negatif dengan menggunakan internet secara berlebihan. Karena ponsel pintar selalu dapat diakses dan digunakan, mereka yang berada dalam kesulitan mungkin akan menggunakannya untuk merasa lebih baik. Namun, dalam sebuah penelitian terhadap mahasiswa, penggunaan ponsel yang tinggi dikaitkan dengan stres berkepanjangan, kesulitan tidur hingga insomnia, dan gejala depresi. Mengingat hubungannya dengan gejala depresi, kecemasan, dan insomnia, tidak mengherankan jika PSU dikaitkan dengan kesehatan mental positif yang lebih rendah. (oleh Reny Puji Lestari). 

 



 

Komentar